10 February 2017

[stockunlimited]
Jalan ke Masjid menuju Jumatan, ketemulah sama rombongan anak-anak SMP, cewek.  Dari jauh feeling sudah nggak enak karena mereka towal-towel sambil cekikikan.

Setelah dekat...

Anak SMP:
"Assalamualaikum!"

Saya:
"Walaikumsalam..."

Berikutnya anak-anak itu ketawa keras-keras.
"Saluut!  Salut deh gue!"
"Baru kali ini ada yang njawab!"

Hadeeh, anak kecil kok berani-beraninya nggodain orang tua...


01 February 2017

(zomato.com)
Kemarin...

Istri (I):
"Pengen bakwan malang deh."

Saya (S):
"Ayo."

I:
"Ntar ya jam 11-an sekalian makan siang."

Tepat jam 11, hujan turun.  Makan bakwan pun batal.

Hari ini...

I:
"Masih pengen bakwan malang nih."

S:
"Oke, nanti jam 2 aja ya."

Dari jam 11 hujan turun, liat jam sudah jam 2 lewat.


31 January 2017

ilustrasi: tokosarana
Kasian liat si bungsu selama ini cuma bisa ngeliat temen-temennya main sepeda, hari ini entah kenapa muncul ide untuk beli sepeda buat si bungsu.  Setelah liat di hipermarket dan nggak ada yang cocok, kami meluncur ke Pasar Rumput, Manggarai, naik Metromini karena tadinya rencana kami cuma makan siang di mall terdekat.

Di dalam Metromini...

Saya:
"Dede suka naik Metromini?"

Si bungsu hanya menggeleng berulang-ulang.

Saya:
"Kalo angkot?"

Bungsu (mengangguk).

Saya:
"Bajaj?"

Bungsu (mengangguk).

Saya:
"Motor?"

Bungsu (mengangguk).

Saya:
"Metromini?"

Si bungsu menggeleng lagi, saya tertawa geli.

Singkat cerita, kami akhirnya mendapat sepeda roda 4 yang cocok dan pulang naik bajaj.  Di sepanjang perjalanan, kami mendengar si bungsu menyanyi 'Aku Sedih' tapi liriknya diganti:

"Terimakasih, Ayah dan Ibu.
Aku punya... sepeda baru."

Para orangtua pasti tahu perasaan ini...


20 December 2015

[sambra.biz] 
Kamis, 17 Desember 2015 saya menelepon provider TV berlangganan yang saya gunakan.

CS :
"PT M** Sk*v*sion selamat pagi, bisa dibantu?"

Saya :
"Mbak, saya mau minta ganti dekoder yang bisa HDMI."

CS :
"Baik, pak.  Untuk permintaan itu nanti ada biaya pemasangan sama biaya per bulannya sebesar sekian sekian (menyebutkan angka)."

Saya :
"Oke, Mbak.  Trus kapan pemasangannya?"

CS :
"Kami jadwalkan 2 hari lagi."

Saya :
"Berarti hari Sabtu, tanggal 19 Desember ya, Mbak?"

CS :
"Benar, Pak."

Saya :
"Oke."

Jumat, 18 Desember 2015 saya memutuskan mengubah jadwal kedatangan teknisi.

CS :
"PT M** Sk*vision selamat pagi, bisa dibantu?"

Saya :
"Mas, kemarin saya mengajukan permintaan penggantian dekoder yang bisa HD dengan jadwal teknisinya datang besok.  Saya mau ganti ke hari Minggu tanggal 20 Desember bisa?"

CS :
"Tunggu sebentar, bapak."

Saya :
"Oke."

CS (setelah beberapa waktu) :
"Baik, Bapak.  Di sini teknisi sudah menjadwalkan kedatangan pada hari Senin tanggal 21 Desember."

Saya :
"Itu dia masalahnya, Mas.  Hari Senin kemungkinan besar saya nggak ada di rumah seharian, makanya saya minta reschedule jadi hari Minggu tanggal 20 Desember."

CS :
"Baik, Bapak.  Kami akan koordinasikan dengan teknisi terkait untuk penggantian dekodernya dilaksanakan hari Minggu tanggal 20 Desember 2015."

Saya :
"Oke, makasih."

Minggu, 20 Desember 2015 jam 15.19, saya menelepon setelah teknisi yang ditunggu tak kunjung datang.

CS :
"PT M** Skyvision selamat sore, bisa dibantu?"

Saya :
"Mbak, hari Kamis tanggal 17 kemarin saya mengajukan permintaan penggantian dekoder dan hari Jumat tanggal 18 kemarin saya minta teknisi untuk datang hari Minggu tanggal 20 Desember 2015.  Bisa diinformasikan jam berapa nanti teknisinya datang?"

CS :
"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, Pak.  Tunggu sebentar."

Saya :
"Oke."

CS (setelah beberapa waktu) :
"Baik, bapak.  Di sini teknisi sudah menjadwalkan kedatangan pada hari Senin tanggal 21 Desember."

Saya :
"Lho?  Bukannya saya sudah minta teknisi untuk datang hari ini tanggal 20?  Saya sudah bilang dari kemarin-kemarin kalo hari Senin saya nggak ada di rumah selama seharian."

CS :
"Baik, Bapak.  Kami akan koordinasikan dengan teknisi terkait."

Saya :
"Oke."

Minggu, 20 Desember jam 19.44, saya kembali menelepon setelah yakin bahwa teknisi tidak akan datang hari ini.

CS :
"PT M*C Skivision selamat malam, bisa dibantu?"

Saya :
"Mbak, hari Kamis tanggal 17 kemarin saya mengajukan permintaan penggantian dekoder dan hari Jumat tanggal 18 kemarin saya minta teknisi untuk datang hari Minggu tanggal 20 Desember 2015, tapi ternyata nggak ada yang datang."

CS :
"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, Pak.  Tunggu sebentar."

Saya (mulai kesal) :
"Oke."

CS (setelah beberapa waktu) :
"Baik, Bapak.  Di sini teknisi sudah menjadwalkan kedatangan pada hari Senin tanggal 21 Desember."

Astaga!  Sebetulnya teknisinya yang keras kepala & keukeuh nggak mau ngerubah jadwal atau customer service yang nggak update informasi ke teknisi sih?  Masa' informasi dari hari Jumat masih nggak nyampe juga?

Saya :
"Mbak, dari awal saya sudah bilang kalo hari Senin saya nggak ada di rumah seharian, makanya saya minta teknisi datang hari ini.  Besok jam berapa teknisi datang?"

CS :
"Jam 2 siang, bapak."

Saya (kesal) :
"Nggak bisa, Mbak.  Saya masih di luar jam segitu, saya bisanya sebelum jam 10 pagi atau sekitar jam 4-5 sore."

CS :
"Baik, Pak.  Kalo begitu teknisi kami akan datang jam 4."

Saya :
"Oke jam 4, tapi beneran ya, Mbak.  Jangan sampai besok tau-tau jam 2 siang saya dapet telpon dari teknisi yang bilang kalo dia sudah di tempat saya.  Percuma kalo besok dia datang jam 2."

CS :
"Baik, Pak.  Besok teknisi kami akan menghubungi Bapak di nomor 08xx10xx20xx.  Mohon maaf atas ketidaknyamanannya."

Hadeeh...  Jujur saja, provider yang satu ini pelayanannya tergolong mengecewakan.  Dulu waktu mengajukan permintaan bongpas (bongkar-pasang karena saya pindah rumah), CS menjanjikan pengerjaannya akan dilaksanakan sehari setelah pelanggan menelepon.  Kenyataannya?  Empat hari kemudian teknisinya baru datang!  Waktu permintaan multi dekoder juga begitu, antara janji dengan realisasi tidak sinkron.

Jeleknya lagi, teknisi mereka tidak pernah bisa diprediksi kapan datangnya, jadi saya mesti mengalokasikan waktu seharian penuh HANYA UNTUK MENUNGGU.

Keunggulan mereka adalah kualitas tayangan yang sesuai iklan - tahan terhadap segala cuaca.  Kalau bukan karena itu, mungkin sudah saya tinggalkan provider itu dari dulu.


19 December 2015

photobucket

Sudah lewat dari tanggal 18, saatnya bayar sewa kantor.  Meluncurlah ke ATM terdekat.  Berhubung untuk setiap pengambilan ada batasnya, maka penarikan dilakukan 2 kali.

Penarikan pertama, berhasil.  Uang diambil dan dimasukkan ke dompet, sementara kartu ATM sementara ditaruh di atas mesin ATM.

Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh.

Ternyata...

Kartu ATM jatuh ke balik mesin ATM dan nggak mungkin diambil.

Bayangan jalan-jalan hari Minggu pun sirna...

Updated & Recommended Blogs

Obrolan Ringan Sehari-hari

Obring 2013. Powered by Blogger.
PageRank Checker

Blog Archive