![]() |
| ilustrasi : wikimedia.org |
Sang ayah diberitakan sangat menyesali perbuatannya, namun apa daya nasi sudah menjadi bubur. Menjadi pelajaran buat kita semua agar menyingkirkan jauh-jauh emosi ketika "menghukum" anak.
Istirahatlah, Kasih Ramadhani, jemputlah surgamu bersama-Nya... (http://regional.kompas.com/read/2015/02/22/14435441/Rebutan.Baju.dengan.Kakak.Anak.7.Tahun.Tewas.Setelah.Dipukuli.Ayahnya)
